Monday, 26 March 2018

Menjadi Relawan Keluarga Kita (Rangkul)





Ahad, 11 Maret 2018) belajar banyak dari kegiatan parenting Keluarga Kita tentang "Hubungan Reflektif". Bagaimana kita membangun hubungan keluarga yang reflektif, karena ternyata tiap keluarga memiliki pola pengasuhan yang berbeda dan tiap individu memiliki keunikan temperamen yang berbeda pula sehingga kita perlu menyadari sedari awal bagaimana pola pengasuhan diri kita di masa lalu dan kemampuan kita menidentifikasi temperamen diri kita dan orang-orang di sekitar kita dalam berkeluarga.
Hal yang menarik adalah saat bagian sharing antarperserta dari sesi ini aku juga belajar banyak. Dimulai dari cerita Ibu Mawar (nama samaran), dia bercerita bagaimana pola pengasuhan dia semasa kecil yang sering dimarahi oleh orang tuanya, dan dia tidak menyukai hal tersebut. Tetapi justru saat dia menjadi ibu, ia berlaku demikian (marah-marah) dan merasa sebagai imitasi (pola asuh) dari orangtuanya. Dari titik ini dia merefleksi bahwa dia harus berdamai terlebih dahulu dengan masa lalunya, sampai akhirnya ia menemukan jawabannya kenapa dulu orang tuanya marah-marah.
Kemudian cerita dari Ibu Melati (nama samaran), Ibu dua anak ini bercerita tentang masalah keluarganya yakni kesulitan untuk menjalin komunikasi dengan pasangannya hal ini dilatarbelakangi karena berbedaan pola asuh di masa lalu. Ibu Melati terbiasa diajarkan untuk selalu terbuka dan komunikatif dengan keluarganya sedang suami cenderung pendiam, bicara seperlunya, dan lebih berorientasi pada agama. Setiap kali Ibu Melati bercerita direspons dengan singkat seperti "sudah jangan cerewet, jangan mikirin dunia terus". Dan uniknya emosi dominan dari Ibu Melati adalah rasa tidak enakan sehingga setelah mendapat respons seperti itu dari suaminya Ibu Melati memilih untuk diam.

Dari kedua cerita tersebut dapat kita ambil sebuah nilai bahwa pola pengasuhan di masa lalu diri kita sangat memerngaruhi kita di masa sekarang dan hal itu tidak mampu kita kontrol karena itu terjadi dulu ketika masih anak-anak dan kita adalah objek dari perilaku tersebut (pola asuh). Banyak pelajaran yang aku ambil dari cerita-cerita tersebut. Bukan untuk dibandingkan dengan kondisi keluargaku tapi justru menjadi sebuah refleksi untuk aku dan keluarga kecilku. Ternyata tak mudah untuk menyatukan dua pola asuh di masa lalu yang tentu berbeda dengan pasangan kita, terlebih saat menentukan pola asuh untuk anak kita kelak harus ada rencana agar satu visi dan misi. Kemudian kepekaan kita terhadapat pasangan untuk mengetahui temperamen dan emosi dominan diri dan pasangan agar kita bisa lebih saling memahami sehingga mampu mempeberikan respons yang terarah dan terukur dalam keseharian.
Masih banyak sih sebenarnya materi parenting kemarin, ada cerita dari Pak M Niamil Hida juga dengan keluarganya (CC Bu Uzly J) dan cerita dari Bu Nurul. Ini merupakan pengalaman belajar yang seru, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Tetapi untuk memperoleh pengalaman tidak harus mengalami karena kita juga bisa belajar dari pengalaman orang lain. Bukankah demikian?
Terima kasih Keluarga Kita

temanbelajarmoe Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment